Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Juli, 2020

Dear Pengganjjal Pintu...

Teruntuk kamu pengganjal pintu Setidaknya kamu harus tegas terhadap dirumu sendiri, Jika tidak tegas terhadap perasaanmu. Seharusnya kamu sadar diri, Untuk tidak menjadi penghalang seseorang menerima orang baru, pun sekedar tamu. Entah kamu laki-laki maupun perempuan Pengganjal pintu itu menyebalkan, Mau ditutup tidak bisa, Mau dibuka lebar tapi ya percuma Orang-orang yang ingin masuk teris tersandung olehmu Dear pengganjal pintu, Plis tegaslah, jangan menjadi penghalang Tegaslah, agar pemilik pintu bisa mengambil keputusan Antara membuangmu, atau menyimpannya di dalam rumah Tidak enak berada di ambang itu Tidak nyaman berada di antara Ayolaah tegas pada perasaanmu, Jikapun tidak, tegaslah pada dirimu sendiri demi dirimu

Pembelaan

Jujur, ini adalah sebuah pembelaan. Kita pasti pernah dicintai maupun mencintai orang lain begitu dalam. Sampai rela mengorbankan banyak hal. Aku pernah mencintai seseorang begitu dalam, dan dia memilih untuk bersama orang lain. Lalu, di suatu masa aku dicintai begitu dalam oleh seseorang (ini yang kurasakan). Bisa saja orang ini juga sangat dalam ketika mencintai orang lain. Anggaplah begitu. Banyak sekali yang dia korbankan hanya untuk menyenangkan hatiku. Aku tahu, dia bukan orang yang bisa memberiku banyak hal dengan mudah. Dia orang baik, tentu saja. Maka, ketika aku memilih untuk meninggalkannya banyak sekali orang yang mengataiku "bodoh". Karena meninggalkan orang sebaik dia. Tapi sebagai "aku", aku tidak goyah dengan pilihanku. Meski meninggalkan sama sakitnya dengan ditinggalkan. Yang orang-orang lupa ketika berada di posisi orang yang "meninggalkan" adalah mereka tidak tahu alasan mengapa seseorang memilih untuk meninggalkan. Karena mindset ...