Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Februari, 2018

Berjatuhan

Selamat malam wahai bintang, Apa kabarmu? Rasanya lama sekali tak menyaksikan kerlipmu. Apa kabarmu? Rasanya begitu jauh kau di atas sana. Wahai bintang, Pernahkah kau terfikir untuk turun ke bumi? Iya ke bumi, menemuiku. Sepertinya tidak, ya? Sebab cintamu yang teramat besar pada langit. Wahai bintang, Tak apa jika kau tak turun. Ataupun jika kau tak menampakkan diri. Aku masih akan baik-baik saja. Dan kini, Tak perlu kau mencemaskanku Karena pada dinding kamar aku dapat menyaksikanmu Yang kini mulai jatuh berguguran, Sebab aku tak ingin terus menjagamu tanpa kepastian

Kerinduan Ayah

Di seberang lautan sana, kamu mungkin sedang menikmati makan malam bersama suami tercintamu. Atau menimang cucuku yang belum sempat ku tengok, karena terbatas jarak? Tapi di sini, aku selalu menunggu dering telepon darimu. Tak pernahkah sekali saja kamu merindukan bapakmu ini? Atau orang tua ini telah menjadi sosok yang memalukan untuk kau ingat? Aku sadar, bahwa orang tua ini hanya akan mengganggumu jika menelpon lebih dulu. Tidak apa-apa nak, sibuklah! carilah duniamu. raihlah mimpimu. Mungkin, jasa orang tua ini tidaklah mampu untuk membuatmu kaya ataupun membuatmu pintar. berbahagialah nak, dengan keluarga kecilmu. Satu hal yang harus selalu kamu ingat nak, bahwa orang tua ini akan selalu membuka tangan dengan lebar jika kamu ingin memelukku sekedar melepas penat.  Meskipun orang tua ini tak seberapa berjasa dalam hidupmu, tapi percayalah bahwa orang tua ini akan berusaha menjadi orang pertama yang akan menghapus kesedihanmu. Jaga dirimu baik-baik nak, bila nanti k...

Memulai untuk Mengakhiri atau Mengakhiri untuk Memulai

Bagaimana caramu mempersilahkan seseorang masuk ke rumahmu tanpa kau bukakan pintu, tanpa kau beri celah untuknya? Atau jangan-jangan kau menganggap semua orang adalah jin, yang bisa keluar-masuk tanpa memerlukan pintu? Begitukah? Pantas saja kau begitu mudahnya menjalani sesuatu tanpa memulai, tiba-tiba saja sudah berada diantara sesuatu itu. Jika sesuatu itu ibarat sebuah perlombaan, kau mungkin tidak pernah menginjak garis start . Dan ketahuilah bahwa apa yang tidak pernah dimulai seharusnya tidak pernah dapat diakhiri. Ya. Jadi, meskipun kau berada di sebuah perlombaan dan hampir memenangkan perlombaan itu, tapi  tanpa menginjak garis start, maka kau juga tak dapat menginjak garis finish seberapa inginnya kau. Di dunia ini, segala sesuatu tercipta dengan pasangannya. Seperti ada dan tiada. Datang dan pergi. Siang dan Malam. Jika kau berada diantara sesuatu tanpa memulai, maka kau telah menyalahi apa yang diciptakan untuk dunia. Dan itu tidak seharusnya terjadi. Kau tahu, apa...

Merelakan

Aku tahu, Aku tahu, tidak ada perpisahan Tanpa menggoreskan kesedihan Tidak ada kata pulang Tanpa diiringi kepergian Malam ini menjadi saksi Perpisahan kita hanya terhalang helaian benang Yang sebentar lagi akan terputus Kuharap persaudaraan kita tak pernah putus Malam ini puluhan mata menjadi saksi Bahwa hidup bukan sekedar perjumpaan Melainkan didalamnya ada perpisahan Tak hanya tawa, tapi juga air mata Yang mengiringi setiap jengkal kenangan Bukan hanya merelakan kepergianmu Tapi juga membiarkan sepotong hati ini ikut bersamamu Bahkan yang sebelumnya tak kurelakan untuk siapapun, Malam ini kubiarkan ia ikut bersamamu

Tentang Temanku 1

Namanya Ainiyah, biasa dipanggil Aini. lahir di pulau Madura, tepatnya di kota Pamekasan pada 21 tahun yang lalu. dulu, pertama kali mengenalnya aku menganggap bahwa ia adalah sosok yang perkasa. karena di tempat kami berdua pernah tinggal bersama adalah asrama khusus perempuan. yang apa-apa harus bisa kami kerjakan sendiri, kecuali beberapa hal yang memang dikerjakan oleh laki-laki. waktu itu, ku dapati ia mengangkat galon dengan gagah perkasa. sampai-sampai aku sempat berfikir bahwa dia adalah seorang laki-laki yang menyamar dengan mengenakan pakaian perempuan serta kerudung untuk dapat tinggal di asrama ini, tapi ternyata dia benar-benar perempuan. hingga suatu ketika ia terpeleset di depan kamar mandi yang licin karena lupa dibersihkan oleh petugas piket terjadwal. ia mengalami keretakan di bagian tangan kirinya. usut punya usut ternya tangan kirinya itu juga pernah retak ketika ia masih usia sd. usia-usia sd adalah usia yang penuh dengan rasa ingin tahu, aini tak terkecuali. d...
pernah merasa lelah untuk mengalah? tapi ketika kita lelah mengalah, siapa yang akan mengalah jika bukan kita? bukankah ego hanya akan menghancurkan segalanya? bukankah kemarahan akan menghancurkan persahabatan, persaudaraan dan ikatan lainnya yang sebelumnya menyenangkan? hidup itu selalu berdampingan antara dua sisi. hitam putih, gelap terang, ada tiada, pun kalah dan menang. kita mungkin bisa saja melampiaskan segala kelelahan kita atas sesuatu. kita bisa saja marah, kita boleh saja kecewa. tapi apakah semuanya akan selesai dengan pelampiasan? apakah akan selesai dengan kemarahan? pun belum tentu dapat diselesaikan dengan kekecewaan. kita hidup mengalami kecewa merupakan hal yang wajar. karena bukan kita yang menentukan takdir setiap orang, pun diri kita. dengan kecewa, kita akan lebih menghargai banyak hal. kita mungkin marah dengan kekecawaan, tapi percayalah bahwa kadang apa yang membuat kita kecewa adalah sesuatu yang dapat kita ambil manfaatnya. kita mungkin kecewa, tapi perc...