Langsung ke konten utama

Dear Pengganjjal Pintu...

Teruntuk kamu pengganjal pintu
Setidaknya kamu harus tegas terhadap dirumu sendiri,
Jika tidak tegas terhadap perasaanmu.
Seharusnya kamu sadar diri,
Untuk tidak menjadi penghalang seseorang menerima orang baru, pun sekedar tamu.

Entah kamu laki-laki maupun perempuan
Pengganjal pintu itu menyebalkan,
Mau ditutup tidak bisa,
Mau dibuka lebar tapi ya percuma
Orang-orang yang ingin masuk teris tersandung olehmu

Dear pengganjal pintu,
Plis tegaslah, jangan menjadi penghalang
Tegaslah, agar pemilik pintu bisa mengambil keputusan
Antara membuangmu, atau menyimpannya di dalam rumah

Tidak enak berada di ambang itu
Tidak nyaman berada di antara
Ayolaah tegas pada perasaanmu,
Jikapun tidak, tegaslah pada dirimu sendiri demi dirimu

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petani singkong

Gerimis membasahi tanah yang kemudian menimbulkan aroma segar khas hujan pertama jatuh. Segar sekali. Kesegarannya membuatku ingin lama-lama menghirup aroma itu. Ditambah aroma pohon Pinus itu. Konon katanya, menghirup aroma pohon pinus dapat meredakan sakit flu. Entah benar atau salah, tapi yang jelas aroma Pohon Pinus ini membuatku merasa kehilangan beban, membuatku merasa bernafas lega setelah lama menahannya. Membuat pikiranku berkelana ke masa itu, masa-masa sebelum udara kota metropolitan memenuhi organ pernapasanku. Dulu, aku pernah dilatih menjadi seorang petani kecil. Dari hutan yang disediakan oleh pemerintah bapak dan mamak menanam singkong dan beberapa jenis umbi-umbian lainnya. Setiap musim panen singkong tiba dan hari libur sekolah aku selalu diajak untuk memanen singkong. Waktu itu harga singkong Rp.500/kg. Setiap kali aku mulai malas ketika diajak ke hutan, mamak selalu memberi semangat. "Nanti hasil penjualan singkong yang kamu gendong sendiri, boleh buat kamu ...