Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2017

Tak Lagi Terbiasa

Wahai hati, maafkan aku Yang membiarkanmu dikuasai oleh perasaan rindu Rindu pada seseorang yang entah ia tahu atau tidak Seseorang yang paham arti kerinduan ini atau tidak. Di tengah gerimis yang menimpa kota ini, Aku sungguh mengenang semua perasaan rindu ini Dulu ketika hari tiba pada panggilan dini Aku masih dibuat gemas oleh ulahnya Tapi kini, ada berat yang menyapa Ada segan yang tak terkatakan Ada canggung yang tak tanggung-tanggung Ada harap yang menggantung di langit-langit Wahai hati, maafkan aku Seharusnya aku tidak membiarkan mu terbuka sejak awal Seharusnya aku tidak berlebihan menganggap seseorang Seharusnya aku   lebih mampu mengendalikan perasaan benar kata orang-orang Bahwa cinta ada karena terbiasa Tapi, kenapa perasaan itu masih saja membekas? Sedangkan aku tak lagi terbiasa dengan rada itu

Luka Paling Menyakitkan

aku pernah berusaha meninggalkan, tapi aku dicegah dan masih dicari. namun, ketika aku membawa diri serta hati untuk kembali, ia malah pergi meninggalkan. saat aku benar-benar ingin menghapus semua kenangan tentangnya, ia kembali hadir. mengusik ketenangan yang hampir sempurna kucipta. ia yang kini masih bersama seseorang yang menjadi alasannya meninggalkanku, kembali hadir. sama seperti ketika ia pertama kali datang, menyatakan ini itu, dan banyak hal berbicara banyak hal, seolah tak pernah terjadi apapun ya, benar memang diantara kita tidak pernah ada kata "mulai" pun sama ketika ia pergi, tidak ada kata "akhir" yah bagaimanalah bukankah sesuatu yang tak pernah dimulai, tak juga dapat diakhiri? aku benci keadaan ini, keadaan dimana aku hanya menjadi objek tanpa mampu menjadi subjek yang berpengaruh bukankah setiap orang berhak bahagia? lalu, apakah aku tidak? dengan kehadiran yang sesuka hatinya membuatku terdiam, setengah hati takut ak...