Wahai hati, maafkan aku Yang membiarkanmu dikuasai oleh perasaan rindu Rindu pada seseorang yang entah ia tahu atau tidak Seseorang yang paham arti kerinduan ini atau tidak. Di tengah gerimis yang menimpa kota ini, Aku sungguh mengenang semua perasaan rindu ini Dulu ketika hari tiba pada panggilan dini Aku masih dibuat gemas oleh ulahnya Tapi kini, ada berat yang menyapa Ada segan yang tak terkatakan Ada canggung yang tak tanggung-tanggung Ada harap yang menggantung di langit-langit Wahai hati, maafkan aku Seharusnya aku tidak membiarkan mu terbuka sejak awal Seharusnya aku tidak berlebihan menganggap seseorang Seharusnya aku lebih mampu mengendalikan perasaan benar kata orang-orang Bahwa cinta ada karena terbiasa Tapi, kenapa perasaan itu masih saja membekas? Sedangkan aku tak lagi terbiasa dengan rada itu