Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Maret, 2019
Hallo selamat malam, eh malam apa pagi yak? Oke gaes hari ini aku mau cerita tentang kekonyolan aku hari ini. Jadi hari ini kan aku pulang malam karena ada acara di kampus, nah aku tuh bareng sama temenku tapi temenku lama karena nunggu si mas masnya. Karena starter tangannya gak bisa jadi harus pake double starter. Nah pas aku nyoba berkali-kali motornya nggak mau nyala, terus mas masannya temanku ini niatnya mbantuin aku. Ternyata aku hanya lupa meng-on kan kuncinya 🤦

Prosedur keselamatan

Ketika kita naik pesawat, kita akan selalu diingatkan tentang prosedur keselamatan. "Apabila anda akan menyelamatkan orang lain, terlebih dahulu selamatkan diri anda." Kenapa di-postingan sebelum ini kukatakan prosedur bahagia menurutku sama dengan prosedur keselamatan. Ya intinya sama. Ketika kita ingin menyelamatkan orang lain kita harus selamat dulu. Kenapa? Kalau kita selamat kita bisa membantu menyelamatkan beberapa orang setelahnya. Tetapi kalau kita menyelamatkan orang lain terlebih dahulu dan membahayakan diri kita, kemungkinan yang muncul diantaranya adalah 1. Orang yang kita selamatkan merasa berhutang Budi 2. Orang akan merasa menyesal, kenapa tidak bisa menyelamatkan seseorang yang telah menyelamatkannya. 3. Ini kemungkinan terburuk, orang bisa gila karena tidak berhasil menyelamatkan Anda (ini sih kalau seseorang yang kamu tolong adalah tipikal orang yang mudah tersentuh dan pemikir) Sedangkan prosedur bahagia adalah membahagiakan diri sendiri karena kebaha...

Ingin ku akhiri

Aku ingin mengakhiri semuanya. Semuanya tentang kita. Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya mengakhiri sesuatu yang tidak pernah kumulai, tidak pernah kamu mulai dan tidak juga kita mulai. Ibaratnya kita masuk ke sebuah ruangan, pastilah kita juga bisa keluar dari ruangan itu. Kalaupun tidak ada pintu keluarnya, setidaknya ada pintu masuk yang jika memang sangat terpaksa bisa kita lalui untuk keluar. Namun masalahnya dengan hubungan kita adalah, kita tidak tahu darimana kita masuk. Tiba-tiba saja kita sudah berada di dalam kisah ini. Menjadi bagian dari cerita masing-masing. Dan tersakiti oleh sikap masing-masing. Takut kehilangan tapi menyadari bahwa tak saling memiliki. Cemburu,  padahal tidak ada kalimat yang terlontar untuk melegalisasi sikap cemburu itu. Merasakan rindu yang amat mendalam, tapi tak memiliki sedikit pun hak untuk merindu. Lalu tiba-tiba merayakan kehilangan saat tahu-tahu seseorang yang lain telah merenggut habis rindu yang selalu kamu lontarkan untukku. Bag...

Juara kedua versi Lyla

Mampukah kekasihmu setangguh aku? Menunggu tapi tak ditunggi, bertahan tapi tak ditahan Sampai kapan kau mau begini, menjalani kisah rahasia? Tak sadarkah di balik senyuman, sungguh ku terluka? Jika kau tidak bisa pastikan, sudahlah aku mengalah saja Kau adalah pemenang, walaupun aku juara kedua Juara kedua fiersa Besari sudah menjadi satu-satunya lagu yang kuputar satu bulan terakhir. Selain karena liriknya meyakinkan sekali, rasanya kisah yang kualami bernasib sama dengan lagu itu. Entah siapa yang tersiksa dari kisah ini. Tapi aku merasa sungguh tersakiti dengan keadaan yang membuatku mersakan sakit ini. Salahku memang, memberi ruang pada seseorang yang sudah memiliki kekasih. Tapi bukan salahku ketika aku mulai berharap. Karena sebelum seseorang itu memiliki kekasih, aku lebih dulu datang di kehidupannya daripada kekasihnya. Yaaah kalimat tepatnya sih "pdktnya sama aku jadiannya sama yang lain." Menyesakkan bukan? Tapi bodohnya, aku tak bisa beralih darinya h...

Kubiarkan Redup

Aku tidak menyalahkan mu Juga tidak menyalahkan diri sendiri Aku hanya berusaha menerima atas apa yang terjadi Berusaha mengimani rukun iman yang ke enam Bukankah segala sesuatu terjadi atas kehendahNya? Aku mungkin memang sakit ketika melihatmu pergi Apalagi melihatmu bersamanya Tapi yang kusesalkan, Bagaimana mungkin kamu menawarkan bahumu untukku, Sementara seseorang bersandar di bahumu yang lain (?). Barangkali, yaa kuakui aku mendambakanmu Tapi aku tak Setega itu, juga tak serendah itu Sebagaimana aku tak menginginkan ada orang ketiga dalam hubunganku dengan siapapun, Aku juga tak ingin menjadi orang ketiga bagi siapapun. Dan kali ini, biarkan aku pergi Tanpa menoleh lagi Kubiarkan kisah tentangmu redup Sebagaimana bintang di kota yang terlihat redup karena gemerlap lampu