Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2020
Dua tahun terakhir, aku tidak lagi menaiki kendaraan umum untuk pergi ke suatu tempat. Karena, dengan izin Allah aku diberi kemudahan dengan diberi amanah mengendarai si biru untuk kemana-mana. Namun, beberapa waktu lalu si biru saatnya cek up. Nah, karena saat itu aku sedang ada urusan mendesak di kampus, jadi si biru ketinggalan sendiri an selagi di cek up. Dan kuambil besoknya. Dalam perjalanan pulang dari kampus, saat itu gerimis mulai mengguyur kota pahlawan yang berbatasan dengan kota udang. Sebelum turun dari kendaraan umum yang kunaiki, aku sudah menyiapkan uang pecahan pas untuk membayar ongkos satu orang, dan sisanya di kantong tas yang bersebelahan. Hari itu aku juga tidak membawa payung, apalagi jas hujan. Tidak membawa payung karena biasanya membawa jas hujan saat mengendarai si biru, dan tidak mbawa jas hujan karena jas hujannya stay di jok si biru. Namanya manusia, meskipun aku menyukai hujan pasti aku juga tidak ingin basah dalam kondisi tas tanpa mantel. Alias beru...

Empty

Kenapa sih, gampang banget omongan orang  menghancurkan ketulusan? Apa karena hati sekotor itu? Sampai omongan yang menyakitkan hampir menghilangkan ketulusan. Padahal sebelumnya senang melakukan banyak kebaikan. Jadi untuk apa perbuatan baikmu? Apa niat sudah benar? Atau sekedar mencari puji? Sadar, tidak semua bisa dikendalikan diri, Pun ucapan-ucapan yang menyayat hati, Sekalipun dibilang bercanda, Susah untuk tidak tersakiti

Menaklukkan Hati Manusia

sulit sekali untuk mengawali sesuatu, tetapi mengakhiri juga tidak mudah. apalagi mengakhiri dengan baik. seperti kata teman-temanku pada umumnya "tidak ada yang namanya putus baik-baik". begitukah? jadi mengakhiri sesuatu dengan baik-baik itu yang seperti apa? yang bagaimana? rasanya mendengar kata "akhir" berarti selesai. semuanya selesai. entah apapun itu. ketika kita mulai sekolah, kita mungkin tidak mengenal siapapun. baru kemudian berkenalan dengan yang lain. seiring waktu yang kita lalui berjalan, kita mengukir banyak kenangan baik dengan orang maupun barang serta tempat. bagi sebagian orang, mungkin kenangan adalah tempat. oleh karenanya, ketika seseorang memiliki kenangan yang buruk tentang suatu tempat, dia tidak akan berani lagi mengunjungi tempat itu, sebelum ia berdamai dengan kenangannya. bagi sebagian yang lain, kenangan adalah barang. saat mereka memilih mengakhiri sebuah hubungan dan memiliki barang pemberian dari orang yang ingin dilupakan, barang...