Dua tahun terakhir, aku tidak lagi menaiki kendaraan umum untuk pergi ke suatu tempat. Karena, dengan izin Allah aku diberi kemudahan dengan diberi amanah mengendarai si biru untuk kemana-mana. Namun, beberapa waktu lalu si biru saatnya cek up. Nah, karena saat itu aku sedang ada urusan mendesak di kampus, jadi si biru ketinggalan sendiri an selagi di cek up. Dan kuambil besoknya. Dalam perjalanan pulang dari kampus, saat itu gerimis mulai mengguyur kota pahlawan yang berbatasan dengan kota udang. Sebelum turun dari kendaraan umum yang kunaiki, aku sudah menyiapkan uang pecahan pas untuk membayar ongkos satu orang, dan sisanya di kantong tas yang bersebelahan. Hari itu aku juga tidak membawa payung, apalagi jas hujan. Tidak membawa payung karena biasanya membawa jas hujan saat mengendarai si biru, dan tidak mbawa jas hujan karena jas hujannya stay di jok si biru. Namanya manusia, meskipun aku menyukai hujan pasti aku juga tidak ingin basah dalam kondisi tas tanpa mantel. Alias beru...