Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2019

Batas

364 dari 365, adalah pertanda bahwa waktu hampir menemui batasnya. bukan, bukan waktu yang menemui batasnya, tetapi 2019. bagiku pergantian tahun seperti perbatasan antar wilayah, dimana banyak sekali kesamaan tetapi sesungguhnya berbeda. jika suatu kota memiliki nama kecamatan tertentu, bisa jadi kota yang lain juga memiliki. namun, meskipun kedua kota ataupun lebih dari dua kota yang memiliki nama daerah/ kecamatan yang sama, mereka tetap berbeda. tahun 2018, 2019 maupun 2020 nanti adalah waktu, adalah kesempatan yang memiliki kesamaan. sama-sama memiliki bulan januari, februari, maret, april, mei, juni dan seterusnya. tetapi, pada 2020 nanti yang sudah terlihat bedanya dengan 2019 adalah di bulan februari. di bulan februari 2020 ada 29 hari, ya karena 2020 merupakan tahun kabisat. namun, banyak hal yang belum terlihat secara nyata di 2020 nanti, apa itu? pengalaman, pencapaian-pencapaian yang kamu rencanakan dan banyaaak kejutan indah lainnya dari sang pemilik sekenario terbaik...

Satu Nama

Barangkali setiap orang pernah merasakan jatuh cinta. Entah dengan orang yang dimiliki hingga akhir, orang yang dapat dibersamai dalam waktu singkat, Orang yang hanya bisa dilihat tanpa dimiliki, Atau yang diam-diam disebut dalam doa. Mungkin setiap orang juga pernah melangitkan satu nama dengan permohonan paling serius. Apa kamu pernah? Menyebut namaku mislanya? Jujur saja, aku pernah melangitkan namamu di sepertiga malamku yang masih renggang, Ya memang tidak setiap hari aku menyebutmu di sepertiga malam, tapi cukup sering Hingga akhirnya pemilik semesta menunjukkan, Bahwa mungkin aku tidak perlu melangitkan satu nama, atau bahkan aku tidak perlu melangitkan sebuah nama, apalagi namamu yang jelas-jelas sudah mengendap di hatinya Karena dengan menyebutkan kriteria yang kumaksud, barangkali Allah lebih paham Dan memberiku lebih baik dari yang kuharapkan Kita tidak pernah tahu bukan? Selama kita dekat dengan pemilik semesta, anganpun bisa tiba-tiba menjadi kenyataan, ...

Memahami Manusia

Perasaan manusia itu lucu. Aneh. Kadang menyebalkan. Dan manusia sendiri seringkali tidak bisa mengontrol perasaannya sendiri. Pada suatu kondisi tertentu, kita mungkin membenci hal-hal yang tidak kita kenali dengan baik, lalu pada lain kesempatan saat kita telah berinteraksi lebih jauh, perasaan itu berubah. Pun ketika kita mencintai sesuatu, saat kita berinteraksi lebih jauh dan ternyata yang kita cintai itu membuat perasaan kita berubah. Tapi ada juga, perasaan yang masih sama dan tetap sama meski telah dibenturkan dengan berbagai keadaan. Manusia bisa saja menyangkal dengan mulut mereka, dengan ucapan mereka ataupun dari tindakan mereka. Tapi manusia dianugerahi hati. Sehebat apapun manusia bersandiwara dengan kata-kata yang selalu mereka ucapkan, saat hati mereka masih memiliki rasa yang sama dengan rasa yang sebelumnya pernah ada, manusia tidak lagi bisa menyangkal dengan sempurna. Seperti orang yang amnesia, tetapi getaran yang mereka rasakan dalam hati mereka tetap sama. Bara...
Hallo selamat malam, eh malam apa pagi yak? Oke gaes hari ini aku mau cerita tentang kekonyolan aku hari ini. Jadi hari ini kan aku pulang malam karena ada acara di kampus, nah aku tuh bareng sama temenku tapi temenku lama karena nunggu si mas masnya. Karena starter tangannya gak bisa jadi harus pake double starter. Nah pas aku nyoba berkali-kali motornya nggak mau nyala, terus mas masannya temanku ini niatnya mbantuin aku. Ternyata aku hanya lupa meng-on kan kuncinya 🤦

Prosedur keselamatan

Ketika kita naik pesawat, kita akan selalu diingatkan tentang prosedur keselamatan. "Apabila anda akan menyelamatkan orang lain, terlebih dahulu selamatkan diri anda." Kenapa di-postingan sebelum ini kukatakan prosedur bahagia menurutku sama dengan prosedur keselamatan. Ya intinya sama. Ketika kita ingin menyelamatkan orang lain kita harus selamat dulu. Kenapa? Kalau kita selamat kita bisa membantu menyelamatkan beberapa orang setelahnya. Tetapi kalau kita menyelamatkan orang lain terlebih dahulu dan membahayakan diri kita, kemungkinan yang muncul diantaranya adalah 1. Orang yang kita selamatkan merasa berhutang Budi 2. Orang akan merasa menyesal, kenapa tidak bisa menyelamatkan seseorang yang telah menyelamatkannya. 3. Ini kemungkinan terburuk, orang bisa gila karena tidak berhasil menyelamatkan Anda (ini sih kalau seseorang yang kamu tolong adalah tipikal orang yang mudah tersentuh dan pemikir) Sedangkan prosedur bahagia adalah membahagiakan diri sendiri karena kebaha...

Ingin ku akhiri

Aku ingin mengakhiri semuanya. Semuanya tentang kita. Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya mengakhiri sesuatu yang tidak pernah kumulai, tidak pernah kamu mulai dan tidak juga kita mulai. Ibaratnya kita masuk ke sebuah ruangan, pastilah kita juga bisa keluar dari ruangan itu. Kalaupun tidak ada pintu keluarnya, setidaknya ada pintu masuk yang jika memang sangat terpaksa bisa kita lalui untuk keluar. Namun masalahnya dengan hubungan kita adalah, kita tidak tahu darimana kita masuk. Tiba-tiba saja kita sudah berada di dalam kisah ini. Menjadi bagian dari cerita masing-masing. Dan tersakiti oleh sikap masing-masing. Takut kehilangan tapi menyadari bahwa tak saling memiliki. Cemburu,  padahal tidak ada kalimat yang terlontar untuk melegalisasi sikap cemburu itu. Merasakan rindu yang amat mendalam, tapi tak memiliki sedikit pun hak untuk merindu. Lalu tiba-tiba merayakan kehilangan saat tahu-tahu seseorang yang lain telah merenggut habis rindu yang selalu kamu lontarkan untukku. Bag...

Juara kedua versi Lyla

Mampukah kekasihmu setangguh aku? Menunggu tapi tak ditunggi, bertahan tapi tak ditahan Sampai kapan kau mau begini, menjalani kisah rahasia? Tak sadarkah di balik senyuman, sungguh ku terluka? Jika kau tidak bisa pastikan, sudahlah aku mengalah saja Kau adalah pemenang, walaupun aku juara kedua Juara kedua fiersa Besari sudah menjadi satu-satunya lagu yang kuputar satu bulan terakhir. Selain karena liriknya meyakinkan sekali, rasanya kisah yang kualami bernasib sama dengan lagu itu. Entah siapa yang tersiksa dari kisah ini. Tapi aku merasa sungguh tersakiti dengan keadaan yang membuatku mersakan sakit ini. Salahku memang, memberi ruang pada seseorang yang sudah memiliki kekasih. Tapi bukan salahku ketika aku mulai berharap. Karena sebelum seseorang itu memiliki kekasih, aku lebih dulu datang di kehidupannya daripada kekasihnya. Yaaah kalimat tepatnya sih "pdktnya sama aku jadiannya sama yang lain." Menyesakkan bukan? Tapi bodohnya, aku tak bisa beralih darinya h...

Kubiarkan Redup

Aku tidak menyalahkan mu Juga tidak menyalahkan diri sendiri Aku hanya berusaha menerima atas apa yang terjadi Berusaha mengimani rukun iman yang ke enam Bukankah segala sesuatu terjadi atas kehendahNya? Aku mungkin memang sakit ketika melihatmu pergi Apalagi melihatmu bersamanya Tapi yang kusesalkan, Bagaimana mungkin kamu menawarkan bahumu untukku, Sementara seseorang bersandar di bahumu yang lain (?). Barangkali, yaa kuakui aku mendambakanmu Tapi aku tak Setega itu, juga tak serendah itu Sebagaimana aku tak menginginkan ada orang ketiga dalam hubunganku dengan siapapun, Aku juga tak ingin menjadi orang ketiga bagi siapapun. Dan kali ini, biarkan aku pergi Tanpa menoleh lagi Kubiarkan kisah tentangmu redup Sebagaimana bintang di kota yang terlihat redup karena gemerlap lampu