aku ingin membahas tanggung jawab, bukan sebagai pemberi nasehat. tapi sebagai penyampai keluh kesah. aku tau, kita diamanahi tanggung jawab karena dirasa mampu bukan? manusia itu sensitif terhadap berbagai perasaan. saat kita diragukan, jangankan mau meyakinkan orang lain, meyakinkan diri sendiri saja kadang susahnya setengah mati. kalau sedari awal sudah meragukan, bukankah seharusnya tidak mempercayakan tanggungjawab itu? kalau pada akhirnya tanggungjawab yang sudah dilimpahkan, diminta kembali sungguh sebaiknya tidak usah memberi sedari awal. tau nggak betapa patahnya hati orang yang awalnya dipercaya lalu diragukan? tanpa sadar, kamu meruntuhkan kepercayaan dirinya yang bisa saja baru saja dibangun dengan sekuat hati apa pernah kamu tau orang-orang yang memulai membangun kepercayaan dirinya setelah diruntuhkan itu lebih slit daripada orang yang baru membangun kepercayaan diri dari awal? dan jangan pernah menyalahkan orang yang enggan menerima tanggung jawab setelah kepercatya...
seringkali kita menyebut beberapa orang atau bahkan banyak orang sebagai toxic people atau manusia beracun, dalam arti, manusia yang disebut sebagai toxic people adalah orang yang sering membawa pengaruh buruk terhadap kehidupan kita. tidak jarang, kita merasa menjadi korban atas negativ vibes yang dibawa orang tersebut. tapi, pernah nggak kita bertanya pada diri sendiri. apakah kita lebih positif? apakah kita sudah jauh dari kata "toxic people"? jangan-jangan kita adalah salah satu dari toxic people itu? mungkin kita merasa melakukan sesuatu karena self love, padahal yang terjadi self first. kita mengutamakan diri sendiri lebih dari apapun, sampai-sampai segala sesuatu yang tidak sesuai dengan kehendah hati kita anggap sebagai toxic? merasa sudah melakukan tindakan yang benar, padahal tindakan kita justru menyakiti orang lain dan kita abai meski menyadari hal itu. waw, tanpa kita sadari, kita bisa menjadi orang yang lebih toxic daripada yang kita labelkan pada orang lain. iy...