Wahai hati, maafkan aku
Yang membiarkanmu dikuasai oleh perasaan rindu
Rindu pada seseorang yang entah ia tahu atau tidak
Seseorang yang paham arti kerinduan ini atau tidak.
Di tengah gerimis yang menimpa kota ini,
Aku sungguh mengenang semua perasaan rindu ini
Dulu ketika hari tiba pada panggilan dini
Aku masih dibuat gemas oleh ulahnya
Tapi kini, ada berat yang menyapa
Ada segan yang tak terkatakan
Ada canggung yang tak tanggung-tanggung
Ada harap yang menggantung di langit-langit
Wahai hati, maafkan aku
Seharusnya aku tidak membiarkan mu terbuka sejak awal
Seharusnya aku tidak berlebihan menganggap seseorang
Seharusnya aku lebih mampu mengendalikan perasaan
benar kata orang-orang
Bahwa cinta ada karena terbiasa
Tapi, kenapa perasaan itu masih saja membekas?
Sedangkan aku tak lagi terbiasa dengan rada itu
Yang membiarkanmu dikuasai oleh perasaan rindu
Rindu pada seseorang yang entah ia tahu atau tidak
Seseorang yang paham arti kerinduan ini atau tidak.
Di tengah gerimis yang menimpa kota ini,
Aku sungguh mengenang semua perasaan rindu ini
Dulu ketika hari tiba pada panggilan dini
Aku masih dibuat gemas oleh ulahnya
Tapi kini, ada berat yang menyapa
Ada segan yang tak terkatakan
Ada canggung yang tak tanggung-tanggung
Ada harap yang menggantung di langit-langit
Wahai hati, maafkan aku
Seharusnya aku tidak membiarkan mu terbuka sejak awal
Seharusnya aku tidak berlebihan menganggap seseorang
Seharusnya aku lebih mampu mengendalikan perasaan
benar kata orang-orang
Bahwa cinta ada karena terbiasa
Tapi, kenapa perasaan itu masih saja membekas?
Sedangkan aku tak lagi terbiasa dengan rada itu
Komentar