aku pernah berusaha meninggalkan,
tapi aku dicegah dan masih dicari.
namun, ketika aku membawa diri serta hati untuk kembali,
ia malah pergi meninggalkan.
saat aku benar-benar ingin menghapus semua kenangan tentangnya,
ia kembali hadir.
mengusik ketenangan yang hampir sempurna kucipta.
ia yang kini masih bersama seseorang yang menjadi alasannya meninggalkanku,
kembali hadir.
sama seperti ketika ia pertama kali datang,
menyatakan ini itu, dan banyak hal
berbicara banyak hal,
seolah tak pernah terjadi apapun
ya, benar memang
diantara kita tidak pernah ada kata "mulai"
pun sama ketika ia pergi, tidak ada kata "akhir"
yah bagaimanalah
bukankah sesuatu yang tak pernah dimulai,
tak juga dapat diakhiri?
aku benci keadaan ini,
keadaan dimana aku hanya menjadi objek
tanpa mampu menjadi subjek yang berpengaruh
bukankah setiap orang berhak bahagia?
lalu, apakah aku tidak?
dengan kehadiran yang sesuka hatinya membuatku terdiam,
setengah hati takut akan jatuh kedalam luka yang sama
luka yang kukira sebagai luka paling menyakitkan.
tapi aku dicegah dan masih dicari.
namun, ketika aku membawa diri serta hati untuk kembali,
ia malah pergi meninggalkan.
saat aku benar-benar ingin menghapus semua kenangan tentangnya,
ia kembali hadir.
mengusik ketenangan yang hampir sempurna kucipta.
ia yang kini masih bersama seseorang yang menjadi alasannya meninggalkanku,
kembali hadir.
sama seperti ketika ia pertama kali datang,
menyatakan ini itu, dan banyak hal
berbicara banyak hal,
seolah tak pernah terjadi apapun
ya, benar memang
diantara kita tidak pernah ada kata "mulai"
pun sama ketika ia pergi, tidak ada kata "akhir"
yah bagaimanalah
bukankah sesuatu yang tak pernah dimulai,
tak juga dapat diakhiri?
aku benci keadaan ini,
keadaan dimana aku hanya menjadi objek
tanpa mampu menjadi subjek yang berpengaruh
bukankah setiap orang berhak bahagia?
lalu, apakah aku tidak?
dengan kehadiran yang sesuka hatinya membuatku terdiam,
setengah hati takut akan jatuh kedalam luka yang sama
luka yang kukira sebagai luka paling menyakitkan.
Komentar