Langsung ke konten utama

Luka Paling Menyakitkan

aku pernah berusaha meninggalkan,
tapi aku dicegah dan masih dicari.
namun, ketika aku membawa diri serta hati untuk kembali,
ia malah pergi meninggalkan.
saat aku benar-benar ingin menghapus semua kenangan tentangnya,
ia kembali hadir.
mengusik ketenangan yang hampir sempurna kucipta.
ia yang kini masih bersama seseorang yang menjadi alasannya meninggalkanku,
kembali hadir.
sama seperti ketika ia pertama kali datang,
menyatakan ini itu, dan banyak hal
berbicara banyak hal,
seolah tak pernah terjadi apapun

ya, benar memang
diantara kita tidak pernah ada kata "mulai"
pun sama ketika ia pergi, tidak ada kata "akhir"
yah bagaimanalah
bukankah sesuatu yang tak pernah dimulai,
tak juga dapat diakhiri?

aku benci keadaan ini,
keadaan dimana aku hanya menjadi objek
tanpa mampu menjadi subjek yang berpengaruh
bukankah setiap orang berhak bahagia?
lalu, apakah aku tidak?
dengan kehadiran yang sesuka hatinya membuatku terdiam,
setengah hati takut akan jatuh kedalam luka yang sama
luka yang kukira sebagai luka paling menyakitkan.



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petani singkong

Gerimis membasahi tanah yang kemudian menimbulkan aroma segar khas hujan pertama jatuh. Segar sekali. Kesegarannya membuatku ingin lama-lama menghirup aroma itu. Ditambah aroma pohon Pinus itu. Konon katanya, menghirup aroma pohon pinus dapat meredakan sakit flu. Entah benar atau salah, tapi yang jelas aroma Pohon Pinus ini membuatku merasa kehilangan beban, membuatku merasa bernafas lega setelah lama menahannya. Membuat pikiranku berkelana ke masa itu, masa-masa sebelum udara kota metropolitan memenuhi organ pernapasanku. Dulu, aku pernah dilatih menjadi seorang petani kecil. Dari hutan yang disediakan oleh pemerintah bapak dan mamak menanam singkong dan beberapa jenis umbi-umbian lainnya. Setiap musim panen singkong tiba dan hari libur sekolah aku selalu diajak untuk memanen singkong. Waktu itu harga singkong Rp.500/kg. Setiap kali aku mulai malas ketika diajak ke hutan, mamak selalu memberi semangat. "Nanti hasil penjualan singkong yang kamu gendong sendiri, boleh buat kamu ...