Langsung ke konten utama

Batas

364 dari 365, adalah pertanda bahwa waktu hampir menemui batasnya.
bukan, bukan waktu yang menemui batasnya, tetapi 2019.
bagiku pergantian tahun seperti perbatasan antar wilayah, dimana banyak sekali kesamaan tetapi sesungguhnya berbeda.
jika suatu kota memiliki nama kecamatan tertentu, bisa jadi kota yang lain juga memiliki. namun, meskipun kedua kota ataupun lebih dari dua kota yang memiliki nama daerah/ kecamatan yang sama, mereka tetap berbeda.
tahun 2018, 2019 maupun 2020 nanti adalah waktu, adalah kesempatan yang memiliki kesamaan. sama-sama memiliki bulan januari, februari, maret, april, mei, juni dan seterusnya. tetapi, pada 2020 nanti yang sudah terlihat bedanya dengan 2019 adalah di bulan februari. di bulan februari 2020 ada 29 hari, ya karena 2020 merupakan tahun kabisat. namun, banyak hal yang belum terlihat secara nyata di 2020 nanti, apa itu? pengalaman, pencapaian-pencapaian yang kamu rencanakan dan banyaaak kejutan indah lainnya dari sang pemilik sekenario terbaik. jangan lupa mempersiapkan hati, pikiran, fisik dan satu lagi jangan lupa mengendalikan harapan. semoga setiap kita berevolusi menjadi lebih baik versi diri kita masing-masing. selamat melepas dan selamat menerima.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petani singkong

Gerimis membasahi tanah yang kemudian menimbulkan aroma segar khas hujan pertama jatuh. Segar sekali. Kesegarannya membuatku ingin lama-lama menghirup aroma itu. Ditambah aroma pohon Pinus itu. Konon katanya, menghirup aroma pohon pinus dapat meredakan sakit flu. Entah benar atau salah, tapi yang jelas aroma Pohon Pinus ini membuatku merasa kehilangan beban, membuatku merasa bernafas lega setelah lama menahannya. Membuat pikiranku berkelana ke masa itu, masa-masa sebelum udara kota metropolitan memenuhi organ pernapasanku. Dulu, aku pernah dilatih menjadi seorang petani kecil. Dari hutan yang disediakan oleh pemerintah bapak dan mamak menanam singkong dan beberapa jenis umbi-umbian lainnya. Setiap musim panen singkong tiba dan hari libur sekolah aku selalu diajak untuk memanen singkong. Waktu itu harga singkong Rp.500/kg. Setiap kali aku mulai malas ketika diajak ke hutan, mamak selalu memberi semangat. "Nanti hasil penjualan singkong yang kamu gendong sendiri, boleh buat kamu ...