hidup adalah tentang berjuang. tentang bagaimana caranya bertahan saat keadaan membuat kita ingin menyerah. melewati banyak rintangan. hingga akhirnya berbahagia dengan tenang. manusia hidup adalah untuk menerima tantangan dan ujian kehidupan. bahkan manusia yang telah mati pun masih akan menerima ujian. oh bukan ujian, melainkan hadiah. jika yang dilakukannya di dunia adalah kebaikan, maka kelak ia akan mendapat hadiah yang lebih baik dari semua rasa sakit yang telah dilaluinya di dunia. namun, bila yang dilakukannya ketika di dunia adalah kejahatan, maka hadiah terbaiknya adalah balasan yang setimpal dengan apa yang telah ia perbuat di dunia.
liku-liku kehidupan setiap orang pastilah berbeda. karena setiap orang dilahirkan dengan potensi yang berbeda. kemudian sang pencipta tidak akan membebani ciptaannya melebihi batas kemampuan. itulah mengapa kita juga punya batasan-batasan yang tidak boleh kita tembus. ada hal-hal yang tidak bisa kita paksakan di dunia ini. kita mungkin telah berusaha sekuat tenaga, hingga mempertaruhkan jiwa dan raga. namun jika itu tidak termasuk apa yang memang untuk kita, maka ia tidak akan menjadi milik kita. seperti si dia mungkin, yang hanya bisa kita perhatikan diam-diam dari jarak jauh pula. maka, seberapa seringnya kita memperhatikan si dia jika memang dia bukan untuk kita maka selamanya tidak akan menjadi milik kita. begitupun sebaliknya. siapapun dia jika memang diperuntukkan kita, meski tanpa kita perhatikan, maka ia akan dipertemukan dengan kita melalui kehendak sang pencipta yang tiada terduga.
liku-liku kehidupan setiap orang pastilah berbeda. karena setiap orang dilahirkan dengan potensi yang berbeda. kemudian sang pencipta tidak akan membebani ciptaannya melebihi batas kemampuan. itulah mengapa kita juga punya batasan-batasan yang tidak boleh kita tembus. ada hal-hal yang tidak bisa kita paksakan di dunia ini. kita mungkin telah berusaha sekuat tenaga, hingga mempertaruhkan jiwa dan raga. namun jika itu tidak termasuk apa yang memang untuk kita, maka ia tidak akan menjadi milik kita. seperti si dia mungkin, yang hanya bisa kita perhatikan diam-diam dari jarak jauh pula. maka, seberapa seringnya kita memperhatikan si dia jika memang dia bukan untuk kita maka selamanya tidak akan menjadi milik kita. begitupun sebaliknya. siapapun dia jika memang diperuntukkan kita, meski tanpa kita perhatikan, maka ia akan dipertemukan dengan kita melalui kehendak sang pencipta yang tiada terduga.
anggap saja setiap ujian yang datang adalah cara Allah untuk mendewasakan kita. seperti mutiara, ia akan menjadi indah setelah ditempa. seperti kupu-kupu yang harus menjadi kepompong untuk menjadi kupu-kupu yang indah.jadi, nikmatilah ujianmu hari ini hingga kamu menyaksikan pelangi di hidupmu setelah badai yang kau lalui. keep spirit
Komentar