Langsung ke konten utama

Hormat

Hormat?
Apakah definisi hormat itu seperti ketika kita sedang melakukan upacara bendera dan mengangkat tangan untuk menghormati sang saka merah putih?

Hormat?
Apakah menghormati manusia seiring dengan menjunjung tinggi sesuatu yang mutlak?

Hormat?
Apakah rasa hormat lantas membuat orang yang menghormati menjadi hina?
Apakah lantas orang yang dihormati bisa berlaku sekenanya?

Kita sering mengatakan hormat, hormat dan hormat
Tapi lupa memahami
Definisi hormat yang sesungguhnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petani singkong

Gerimis membasahi tanah yang kemudian menimbulkan aroma segar khas hujan pertama jatuh. Segar sekali. Kesegarannya membuatku ingin lama-lama menghirup aroma itu. Ditambah aroma pohon Pinus itu. Konon katanya, menghirup aroma pohon pinus dapat meredakan sakit flu. Entah benar atau salah, tapi yang jelas aroma Pohon Pinus ini membuatku merasa kehilangan beban, membuatku merasa bernafas lega setelah lama menahannya. Membuat pikiranku berkelana ke masa itu, masa-masa sebelum udara kota metropolitan memenuhi organ pernapasanku. Dulu, aku pernah dilatih menjadi seorang petani kecil. Dari hutan yang disediakan oleh pemerintah bapak dan mamak menanam singkong dan beberapa jenis umbi-umbian lainnya. Setiap musim panen singkong tiba dan hari libur sekolah aku selalu diajak untuk memanen singkong. Waktu itu harga singkong Rp.500/kg. Setiap kali aku mulai malas ketika diajak ke hutan, mamak selalu memberi semangat. "Nanti hasil penjualan singkong yang kamu gendong sendiri, boleh buat kamu ...