Langsung ke konten utama
Ada banyak sekali cara untuk mengekspresikan perasaan. Tapi dari sekian banyak cara, Eni memilih mengekspresikan perasaannya dengan mendengarkan lagu dan sesekali ikut bernyanyi. Berteriak pada nada tinggi adalah hobinya. Karena pada saat itu ia juga meluapkan emosinya yang tak terbendung.
Dalam kuliah psikologi yang pernah dia ikuti dijelaskan bahwa, ketika logika manusia sedang lelah karena banyak sekali emosi dan kemarahan yang tidak diluapkan maka yang sedang menguasai manusia adalah perasaan dan alam bawah sadar. Kurang lebih seperti itu. Mungkin bagiku yang baru beberapa kali mengikuti perkuliahan psikologi, terlalu awam untuk menjelaskan hal-hal semacam itu.
Eni adalah manusia introvert yang mencoba menjadi ekstrovert. Tapi dalam transformasinya itu dia mengalami banyak sekali gejolak yang membuatnya nyaris stress. Dari jiwa yang pendiam tiba-tiba menjadi sedikit hiperaktif. Membuat orang-orang disekitar menganggapnya aneh. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petani singkong

Gerimis membasahi tanah yang kemudian menimbulkan aroma segar khas hujan pertama jatuh. Segar sekali. Kesegarannya membuatku ingin lama-lama menghirup aroma itu. Ditambah aroma pohon Pinus itu. Konon katanya, menghirup aroma pohon pinus dapat meredakan sakit flu. Entah benar atau salah, tapi yang jelas aroma Pohon Pinus ini membuatku merasa kehilangan beban, membuatku merasa bernafas lega setelah lama menahannya. Membuat pikiranku berkelana ke masa itu, masa-masa sebelum udara kota metropolitan memenuhi organ pernapasanku. Dulu, aku pernah dilatih menjadi seorang petani kecil. Dari hutan yang disediakan oleh pemerintah bapak dan mamak menanam singkong dan beberapa jenis umbi-umbian lainnya. Setiap musim panen singkong tiba dan hari libur sekolah aku selalu diajak untuk memanen singkong. Waktu itu harga singkong Rp.500/kg. Setiap kali aku mulai malas ketika diajak ke hutan, mamak selalu memberi semangat. "Nanti hasil penjualan singkong yang kamu gendong sendiri, boleh buat kamu ...