Langsung ke konten utama

Menaklukkan Hati Manusia

sulit sekali untuk mengawali sesuatu, tetapi mengakhiri juga tidak mudah. apalagi mengakhiri dengan baik. seperti kata teman-temanku pada umumnya "tidak ada yang namanya putus baik-baik". begitukah? jadi mengakhiri sesuatu dengan baik-baik itu yang seperti apa? yang bagaimana? rasanya mendengar kata "akhir" berarti selesai. semuanya selesai. entah apapun itu. ketika kita mulai sekolah, kita mungkin tidak mengenal siapapun. baru kemudian berkenalan dengan yang lain. seiring waktu yang kita lalui berjalan, kita mengukir banyak kenangan baik dengan orang maupun barang serta tempat. bagi sebagian orang, mungkin kenangan adalah tempat. oleh karenanya, ketika seseorang memiliki kenangan yang buruk tentang suatu tempat, dia tidak akan berani lagi mengunjungi tempat itu, sebelum ia berdamai dengan kenangannya. bagi sebagian yang lain, kenangan adalah barang. saat mereka memilih mengakhiri sebuah hubungan dan memiliki barang pemberian dari orang yang ingin dilupakan, barang tersebut mungkin akan menjadi sesuatu yang paling dihindari. kalau bisa, dibuang. dan bagi beberapa orang, kenangan adalah orang. tidak semua orang memiliki cara yang sama untuk menunjukkan keistimewaan. bisa jadi mereka hanya mengenang jika bertemu dengan orang yang sama, atau nama yang sama mungkin.

manusia seringkali lebih mengingat yang menyakitkan dibanding yang membahagiakan. hati manusia itu mudah sekali dimanipulasi. bagi orang-orang yang hatinya keras, sedikit saja tergores maka akan tumbuh dendam. tapi anehnya, dendam manusia itu kadang-kadang menjadi kekuatannya untuk meruntuhkan apapun. yang tak kalah hebat, hati manusia itu mudah terbloak-balik. pernah dengar pepatah "sekeras-kerasnya batu jika ditetesi air terus menerus, lama-lama akan berlubang juga". jadi sebenarnya, menaklukkan hati manusia itu bukan sesuatu yang mudah dan juga bukan sesuatu yang sulit. tergantung manusianya. tapi, jika ia masih disebut sebagai manusia seharusnya tidak terlalu sulit untuk ditaklukkan bukan?

jadi, apa hubungannya menaklukkan hati manusia dengan mengawali dan mengakhiri?
bagi orang-orang yang memiliki banyak pengalaman mungkin akan lebih mengerti. bahwa tidak semua yang diawali dengan baik akan berakhir dengan baik. sama halnya ketika kita menanam padi, rumput akan tumbuh, tetapi ketika kita menanam rumput, apakah padi ikut tumbuh?





-cucun yang masih belum bisa merangkai ide dengan indah

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petani singkong

Gerimis membasahi tanah yang kemudian menimbulkan aroma segar khas hujan pertama jatuh. Segar sekali. Kesegarannya membuatku ingin lama-lama menghirup aroma itu. Ditambah aroma pohon Pinus itu. Konon katanya, menghirup aroma pohon pinus dapat meredakan sakit flu. Entah benar atau salah, tapi yang jelas aroma Pohon Pinus ini membuatku merasa kehilangan beban, membuatku merasa bernafas lega setelah lama menahannya. Membuat pikiranku berkelana ke masa itu, masa-masa sebelum udara kota metropolitan memenuhi organ pernapasanku. Dulu, aku pernah dilatih menjadi seorang petani kecil. Dari hutan yang disediakan oleh pemerintah bapak dan mamak menanam singkong dan beberapa jenis umbi-umbian lainnya. Setiap musim panen singkong tiba dan hari libur sekolah aku selalu diajak untuk memanen singkong. Waktu itu harga singkong Rp.500/kg. Setiap kali aku mulai malas ketika diajak ke hutan, mamak selalu memberi semangat. "Nanti hasil penjualan singkong yang kamu gendong sendiri, boleh buat kamu ...