Aku tidak menyalahkan mu
Juga tidak menyalahkan diri sendiri
Aku hanya berusaha menerima atas apa yang terjadi
Berusaha mengimani rukun iman yang ke enam
Bukankah segala sesuatu terjadi atas kehendahNya?
Aku mungkin memang sakit ketika melihatmu pergi
Apalagi melihatmu bersamanya
Tapi yang kusesalkan,
Bagaimana mungkin kamu menawarkan bahumu untukku,
Sementara seseorang bersandar di bahumu yang lain (?).
Barangkali, yaa kuakui aku mendambakanmu
Tapi aku tak Setega itu, juga tak serendah itu
Sebagaimana aku tak menginginkan ada orang ketiga dalam hubunganku dengan siapapun,
Aku juga tak ingin menjadi orang ketiga bagi siapapun.
Dan kali ini, biarkan aku pergi
Tanpa menoleh lagi
Kubiarkan kisah tentangmu redup
Sebagaimana bintang di kota yang terlihat redup karena gemerlap lampu
Juga tidak menyalahkan diri sendiri
Aku hanya berusaha menerima atas apa yang terjadi
Berusaha mengimani rukun iman yang ke enam
Bukankah segala sesuatu terjadi atas kehendahNya?
Aku mungkin memang sakit ketika melihatmu pergi
Apalagi melihatmu bersamanya
Tapi yang kusesalkan,
Bagaimana mungkin kamu menawarkan bahumu untukku,
Sementara seseorang bersandar di bahumu yang lain (?).
Barangkali, yaa kuakui aku mendambakanmu
Tapi aku tak Setega itu, juga tak serendah itu
Sebagaimana aku tak menginginkan ada orang ketiga dalam hubunganku dengan siapapun,
Aku juga tak ingin menjadi orang ketiga bagi siapapun.
Dan kali ini, biarkan aku pergi
Tanpa menoleh lagi
Kubiarkan kisah tentangmu redup
Sebagaimana bintang di kota yang terlihat redup karena gemerlap lampu
Komentar