Langsung ke konten utama

Makhluk Pembelajar

 Di setiap perjalanan hidup yang kita lewati, akan selalu ada badai yang menghampiri. Di setiap badai yang datang selalu didampingi oleh hikmah. yang entah hikmah itu langsung kita sadari atau baru kita sadari setelah kita menghadapi badai itu sampai akhir. akan selalu ada orang-orang yang dihadirkan dalam hidup untuk menempa kita. menempa emosi kita menuju stabil, menempa mental kita menuju baja dan seterusnya. kita akan terus belajar dan belajar di sepanjang hidup kita, tidak peduli berapa kepala yang membayangi usia kita.

karena sejatinya kita memang makhluk pembelajar. selalu ada dimensi dimana sesuatu yang datang berulang belum tentu menuntut penyelesaian yang sama. karena bisa jadi penyelesaian kita selama ini belum benar, dengan arti sesuatu yang datang berulang merupakan remedi kehidupan kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petani singkong

Gerimis membasahi tanah yang kemudian menimbulkan aroma segar khas hujan pertama jatuh. Segar sekali. Kesegarannya membuatku ingin lama-lama menghirup aroma itu. Ditambah aroma pohon Pinus itu. Konon katanya, menghirup aroma pohon pinus dapat meredakan sakit flu. Entah benar atau salah, tapi yang jelas aroma Pohon Pinus ini membuatku merasa kehilangan beban, membuatku merasa bernafas lega setelah lama menahannya. Membuat pikiranku berkelana ke masa itu, masa-masa sebelum udara kota metropolitan memenuhi organ pernapasanku. Dulu, aku pernah dilatih menjadi seorang petani kecil. Dari hutan yang disediakan oleh pemerintah bapak dan mamak menanam singkong dan beberapa jenis umbi-umbian lainnya. Setiap musim panen singkong tiba dan hari libur sekolah aku selalu diajak untuk memanen singkong. Waktu itu harga singkong Rp.500/kg. Setiap kali aku mulai malas ketika diajak ke hutan, mamak selalu memberi semangat. "Nanti hasil penjualan singkong yang kamu gendong sendiri, boleh buat kamu ...