aku ingin membahas tanggung jawab, bukan sebagai pemberi nasehat. tapi sebagai penyampai keluh kesah.
aku tau, kita diamanahi tanggung jawab karena dirasa mampu bukan?
manusia itu sensitif terhadap berbagai perasaan.
saat kita diragukan, jangankan mau meyakinkan orang lain, meyakinkan diri sendiri saja kadang susahnya setengah mati.
kalau sedari awal sudah meragukan, bukankah seharusnya tidak mempercayakan tanggungjawab itu?
kalau pada akhirnya tanggungjawab yang sudah dilimpahkan, diminta kembali sungguh sebaiknya tidak usah memberi sedari awal.
tau nggak betapa patahnya hati orang yang awalnya dipercaya lalu diragukan?
tanpa sadar, kamu meruntuhkan kepercayaan dirinya yang bisa saja baru saja dibangun dengan sekuat hati
apa pernah kamu tau orang-orang yang memulai membangun kepercayaan dirinya setelah diruntuhkan itu lebih slit daripada orang yang baru membangun kepercayaan diri dari awal?
dan jangan pernah menyalahkan orang yang enggan menerima tanggung jawab setelah kepercatyaan dirinya kamu runtuhkan, kenapa?
karena dalam hati orang tersebut sudah muncul berbagai keraguan, bahkan kepada dirinya sendrii.
kemudian, pertanyaan-pertanyan yang demikian muncul,
"apa sebaiknya aku tidak usah membantu apa-apa?"
"apa sebaiknya aku pergi saja?"
"apa aku sebegini tidak bergunanya?"
bagaimana jika dia membenci dirinya sendiri setelah itu?
apa kamu sanggup memberikan kepercayaan dirinya lagi?
self love boleh, tapi pliss jangan jadi orang jahat.
Komentar