Sejak aku mampu mengingat dengan baik, entah berapa kali aku pernah terjatuh. Dulu, di suatu sore aku pernah bermain hingga menjelang Magrib. Waktu itu aku masih seorang anak desa yang menyukai petualangan, serta masih tinggal di daerah dengan jalanannya yang masih naik turun. Pergi ke rumah teman yang untuk menuju ke sana melalui jalan yang menanjak. Lalu ketika pulang tergelincir karena berlari berusaha sampai di rumah sebelum adzan Maghrib selesai. Tapi bukannya sampai dengan cepat, malah lambat karena terjatuh. Dan aku masih dengan senang hati bangkit dari jatuhku.
Kemudian, jatuhku yang masih terkenang adalah terjatuh dari sepeda motor ketika hendak pulang ke rumah dari kota. Aku duduk di jok belakang sepeda motor yang dikendarai oleh kakakku yang nomor dua. Kami hampir saja terjatuh ke dalam jurang, jika saja Allah tidak menyelamatkan kami. Tapi aku masih mampu bangkit dari jatuh ini. Dan, aku pernah jatuhkan yang bahkan membuatku trauma. Tapi aku masih mampu bangkit. Yang kuherankan aku mampu bangkit dari jatuh yang menimbulkan luka hingga berdarah. Tapi kenapa sulit sekali bangkit dari jatuh yang lukanya tidak berdarah, bahkan tidak terlihat. Yaitu jatuh yang jatuhnya ke dalam hati. jatuh cinta
Komentar