Langsung ke konten utama

Kerinduan Ayah

Di seberang lautan sana, kamu mungkin sedang menikmati makan malam bersama suami tercintamu. Atau menimang cucuku yang belum sempat ku tengok, karena terbatas jarak?
Tapi di sini, aku selalu menunggu dering telepon darimu.
Tak pernahkah sekali saja kamu merindukan bapakmu ini?
Atau orang tua ini telah menjadi sosok yang memalukan untuk kau ingat?
Aku sadar, bahwa orang tua ini hanya akan mengganggumu jika menelpon lebih dulu.
Tidak apa-apa nak, sibuklah! carilah duniamu. raihlah mimpimu.
Mungkin, jasa orang tua ini tidaklah mampu untuk membuatmu kaya ataupun membuatmu pintar. berbahagialah nak, dengan keluarga kecilmu.
Satu hal yang harus selalu kamu ingat nak, bahwa orang tua ini akan selalu membuka tangan dengan lebar jika kamu ingin memelukku sekedar melepas penat. 
Meskipun orang tua ini tak seberapa berjasa dalam hidupmu,
tapi percayalah bahwa orang tua ini akan berusaha menjadi orang pertama yang akan menghapus kesedihanmu.

Jaga dirimu baik-baik nak,
bila nanti kepergianku lebih dulu daripada kepulanganmu, kuharap kamu tak menyesal.
Ku harap cukup ibumu saja yang kau sesali kepergiannya, karena tak sempat kau hapus rindunya.
Baik-baiklah kamu dengan saudaramu, jangan ada benci.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Petani singkong

Gerimis membasahi tanah yang kemudian menimbulkan aroma segar khas hujan pertama jatuh. Segar sekali. Kesegarannya membuatku ingin lama-lama menghirup aroma itu. Ditambah aroma pohon Pinus itu. Konon katanya, menghirup aroma pohon pinus dapat meredakan sakit flu. Entah benar atau salah, tapi yang jelas aroma Pohon Pinus ini membuatku merasa kehilangan beban, membuatku merasa bernafas lega setelah lama menahannya. Membuat pikiranku berkelana ke masa itu, masa-masa sebelum udara kota metropolitan memenuhi organ pernapasanku. Dulu, aku pernah dilatih menjadi seorang petani kecil. Dari hutan yang disediakan oleh pemerintah bapak dan mamak menanam singkong dan beberapa jenis umbi-umbian lainnya. Setiap musim panen singkong tiba dan hari libur sekolah aku selalu diajak untuk memanen singkong. Waktu itu harga singkong Rp.500/kg. Setiap kali aku mulai malas ketika diajak ke hutan, mamak selalu memberi semangat. "Nanti hasil penjualan singkong yang kamu gendong sendiri, boleh buat kamu ...